Place Your Ad Here

Agar Tidak Menyesal di Hari Tua, Perhatikan dan Syukuri Hal Ini

HIJABERSWORLD.COM----Tidak ada orang yang tidak pernah merasakan penyesalan dalam hidupnya. Namun, skala penyesalan yang dirasakan setiap orang berbeda. Ada penyesalan tingkat tinggi dan ada yang tingkat rendah. Semuanya tergantung pada berartinya sesuatu yang “diabaikan” di masa lalu dan “besarnya” kesalahan yang pernah dilakukan. Penyesalan memang selalu datang kemudian. Menyesal merupakan sebuah perasaan yang menimbulkan rasa kurang nyaman. Hati jadi begitu gelisah, pikiran tidak stabil dan mungkin juga merasa tertekan.

Usia yang terus bertambah. Photo : Instagram/medina_toha


Dalam keadaan menyesal, seseorang akan menyalahkan dirinya terus menerus. Bahkan ada orang yang kemudian terjebak dalam stress, depresi dan frustasi. Penyesalan yang sangat parah juga membuat seseorang yang beriman lemah mengakhiri hidupnya sendiri. Sebelum penyesalan datang dan agar bisa memanfaatkan hidup dengan sebaik-baiknya, yuk diperhatikan dan disyukuri hal-hal berikut ini :

Keimanan kepada Allah
Mengabaikan dan mengingkari keimanan kepada Allah merupakan penyesalan tingkat tinggi yang akan dialami oleh seseorang. Islamlah satu-satunya agama di sisi Allah. Oleh karena itu, baik bagi mereka yang sudah tua terutama yang muda, jangan mudah menggadaikan dan menukar aqidah Islam. Jaga keimanan di mana pun berada, jangan sampai hingga ajal menjelang diri termasuk golongan yang murtad dan sesat.

Waktu senggang
Semua kita sudah sering mendengar betapa bernilainya waktu yang kita miliki. Waktu yang sudah pergi tidak akan pernah kembali lagi. Memang begitu adanya. Nilai waktu akan sangat terasa ketika semua pekerjaan kita berantakan dan kita tidak memiliki cukup waktu lagi untuk mengerjakan apa yang harus kita kerjakan. Penyesalan akan waktu datang karena kita sering menunda-nunda dalam melakukan sesuatu. Melalaikan waktu membuat seseorang tidak produktif dan merugi dalam banyak hal.

Masa muda
Setiap detik waktu yang kita miliki sangat penting. Ketika waktu berhenti, itu pertanda kita telah mati. Namun, banyak diantara manusia yang melalaikan usia yang dimiliki. Ketika umur masih belia, mereka seolah akan hidup selamanya. Ketika tua, mereka baru menyadari bahwa mereka telah kehilangan sebagian besar usia mereka di waktu muda untuk hal-hal yang berguna.

Pada masa muda banyak terjadi gejolak. Sebagian besar anak muda tidak stabil emosinya. Mereka mudah penasaran dengan sesuatu yang baru dan mudah ikut-ikutan. Tak heran, sebagian anak muda terjerumus dalam kehidupan yang buruk. Mereka menghabiskan waktu untuk tawuran, memakai obat-obat terlarang, pergaulan bebas dan sebagainya. Setelah tua mereka kemudian menyesal tiada tara. Masa muda sebenarnya adalah masa yang sangat penting untuk merajut impian agar hidup lebih “berkelas” di masa tua. Bukan untuk huru-hara tak jelas makna dan manfaatnya.

Kesehatan tubuh
Sehat baru terasa ketika tubuh kita sudah sakit. Ketika sehat kita tidak begitu memperhatikan kesehatan karena kita tubuh kita masih berfungsi secara normal dan kita bisa melakukan berbagai hal dengan baik. Ketika tubuh sudah sakit. Beberapa bagian dari tubuh tidak berfungsi secara normal dan kita tidak bisa bergerak secara leluasa. Masa sehat pun terasa berharganya. Jatuh sakit berarti kita telah kehilangan sebagian waktu yang sebenarnya bisa digunakan untuk melakukan hal lain yang lebih bermanfaat.

Orang yang disayangi
Kadang berartinya seseorang bagi kita setelah orang itu tidak ada disisi kita lagi. Rasa sayang begitu terasa mendalam saat seseorang sudah tiada. Namun, apalah daya. Orang sudah terlanjur pergi karena ulah kita yang tidak bisa menghargai arti keberadaannya. 

Mungkin juga kita sering menunda untuk melakukan sesuatu untuk orang yang kita sayangi.  Sebelum kita melakukannya, Yang Kuasa telah menjemputnya. Artinya, kita sudah tak punya kesempatan untuk menunjukkan kasih sayang kita. Dalam keadaan apapun, jangan mengabaikan orang yang menyayangi kita dan yang kita sayangi. Baik itu keluarga, pasangan, sahabat dan sebagainya.

Kebahagiaan
Hidup ini selalu berputar. Bahagia dan kesedihan datang silih berganti. Porsi antara bahagia dan kesedihan yang kita alami dalam hidup juga berbeda. Pada saat kita bahagia, kita jadi lupa bahwa kebahagiaan itu bisa hilang kapan saja. Kita tidak mensyukuri kebahagiaan itu dan tidak memaksimalkannya. Ketika kesedihan datang, kita pun merasa menjadi manusia paling malang. Maknailah kebahagiaan yang dirasakan dengan berbagi dengan orang lain sehingga jauh lebih berarti.

Kekayaan
Sebagian orang ketika memiliki kekayaan, mereka tidak menjaga dan memanfaatkan harta tersebut dengan sebaik-sebaiknya. Dihabiskan untuk hal-hal yang tidak perlu dan tidak dikeluarkan hak orang lain. Ketika harta habis dan jatuh dalam kesulitan, barulah terasa fungsi harta yang dulu pernah dimiliki. Mereka pun berkata : “dulu saya punya banyak uang tapi tidak pernah bersedekah. Andai sekarang saya masih banyak harta, saya bisa membantu lebih banyak orang. Tapi sekarang saya tidak punya apa-apa.” 

Kesempatan 
Kesempatan sama jarang datang untuk kedua kalinya. Apa yang kita miliki hari ini belum tentu akan masih kita miliki di masa depan. Kesempatan di masa mendatang juga belum tentu lebih bagus. Jadi, hargai kesempatan yang dimiliki saat ini sebelum kesempatan itu hilang.

Sesungguhnya, hidup di dunia ini hanyalah sebuah persinggahan. Seperti seorang yang berhenti sejenak di sebuah tempat ketika melakukan perjalanan ke sebuah tempat. Tempat singgah tersebut adalah dunia dan tujuan perjalanan adalah akhirat.

 “Dunia itu akan pergi menjauh. Sedangkan akhirat akan mendekat. Dunia dan akhirat tesebut memiliki anak. Jadilah anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan (hisab), sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan (hisab) dan bukanlah hari beramal.” (HR. Bukhari)

Meskipun semua hal yang ada di dunia harus disyukuri dan dimanfaatkan, semuanya harus diposisikan sebagai media untuk mencapai akhirat bukan menjadi sesuatu yang menjauhkan dari akhirat. Jangan pernah menjadi budak dunia. 

Menjadi budak harta, jabatan, kecantikan dan sebagainya merupakan penyesalan yang paling berbahaya bagi muslim. Usia telah tua, jadi apa yang akan dibawa menuju akhirat. Jika selama di dunia hidup  hanya untuk urusan dunia, maka hanya dunia yang didapat sementara bekal untuk akhirat tidak ada[] 

Penulis : Luthfia Sabrina

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Agar Tidak Menyesal di Hari Tua, Perhatikan dan Syukuri Hal Ini"

Post a Comment