Place Your Ad Here

Subhanallah, Ternyata 4 Orang Ini Yang Dirindukan Oleh Surga

HIJABERSWORLD.COM---Surga,  taman keindahan yang Allah janjikan untuk hamba-hamba yang terpilih dan balasan terindah yang Allah persiapkan bagi orang-orang yang mengabdikan hidup untuk agamaNya. Surga, suatu hadiah dari Allah atas amal baik yang dilakukan di dunia.

Ilustrasi menuju surga. Photo via missiononislam


Surga, tempat yang paling diimpikan dan tempat kebahagian abadi. Tiada keindahan yang mampu menandingi surga. Bahkan tiada yang bisa membayangkan betapa indah dan luar biasanya surga. Seberapa besar kerinduan kita saat ini ingin disurga Sob?

Rindu merupakan suatu perasaan yang membuncah tak sabar ingin segera bertemu. Rasanya senang dan kadang juga khawatir. Dalam pergaulan dengan sesama manusia, betapa menyenangkan ketika kedatangan kita dirindu dan diharapkan oleh seseorang. Dirindukan oleh orang yang diharapkan menjadi suatu keberuntungan, sumber kebahagiaan sekaligus penghargaan.

Bagaimana kalau yang merindukan kita adalah surga ?

Ya, surga yang mengharapkan kita menjadi penghuninya. Tentu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata ya Sob bagaimana rasanya. Selain kita yang merindu surga, ternyata surga telah terlebih dahulu merindu kita. Subhanallah,  alangkah bahagia dan terhormatnya mereka yang dirindu surga.

Siapakah mereka? Apakah diri kita sudah termasuk pada golongan-golongan yang dirindukan surga tersebut? Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda :

Surga rindu akan empat golongan manusia, yaitu orang-orang yang membaca al-quran, menjaga lidah, memberi makanan pada orang yang sedang lapar dan orang yang berpuasa di bulan ramadhan." (HR.Abu Daud dan Tirmidzi, dari Ibnu Abbas)

Pertama, Orang Yang Membaca Al-Qur’an dan Mengamalkannya
Al-Qur’an spesial karena merupakan firman-firman Allah. Membaca Al-Qur’an berarti sebuah usaha untuk lebih dekat pada Allah dan juga mengenal Islam lebih jauh untuk mendapatkan pedoman hidup di dunia.

Lalu membaca Al-Qur’an yang bagaimana yang membuat kita dirindukan surga Sob? Surga akan rindu pada orang-orang yang membaca Al-Qur’an  dan mengamalkan apa yang telah dibacanya. Itulah golongan yang dirindu surga.

Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Bagaimana, sudah berapa  ayat yang dibaca hari ini? Minggu ini? Bulan ini? Semoga hitungannya bukan perbulan ya Sob. Dari 24 jam waktu dalam sehari, semoga bisa diluangkan untuk membaca Al-Qur'an ya dan tidak disibukkan oleh aktivitas yang tidak bermanfaat.

Kedua, Orang Yang Bisa Menjaga Lisannya 
Lisan bisa lebih tajam dari pedang, begitu ungkapan pepatah. Itu benar sekali Sob. Banyak hal buruk yang terjadi hanya karena mulut salah bicara. Namun belakangan ini sering beredar asumsi “ biarlah mulut pedas berbisa, tapi apa adanya, daripada orang-orang yang pendiam tapi memendam perasaan di dalam hati mereka.”  Kalimat-kalimat ini  belakangan muncul untuk membenarkan sifat blak-blakan yang melukai seseorang.

Tidak sedikit juga yang jadi ikut-ikutan menyudutkan mereka yang pendiam sebagai seorang munafik. Padahal mereka sedang berusaha menjaga lisannya agar tidak menyakiti. Asumsi-asumsi seperti ini jangan sampai menyesatkan kita. Jangan sampai kita membenarkan kata-kata kasar, kata–kata menyakitkan yang bisa menyebabkan perpecahan dan hal buruk lainnya. Bagaimanapun lisan harus dijaga. Kita meski memikirkan setiap kata yang akan diucapkan, tapi tidak semua yang terfikir mesti dilisankan atau diucapkan.

Dari Sahl bin Sa’d Rasulullah bersabda : 
Barangsiapa yang bisa menjamin/menjaga untukku apa yang berada di antara dua rahangnya (mulut) dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga).” (HR. Al-Bukhari).

Bukan hanya lisan Sob. Meluasnya penggunaan media sosial membuat kita bebas mengutarakan apa saja. Cermatilah, saat ini begitu banyak masalah yang muncul karena kicau di media sosial. Saling bullly, saling menghina dan sebagainya.

Bagaimanapun, diam jauh lebih baik daripada ucapan-ucapan yang tidak berguna. Duhai Sobatku, semoga kita senantiasa bisa menjaga lisan sebab lisan begitu mudah tergelincir.

Ketiga, Orang Yang Memberi Makan Orang Yang Sedang Lapar 
Allah, Sang Pemilik surga sangat menyukai hamba yang peduli terhadap sesama manusia. Seorang hamba yang penuh kepedulian tidak akan  membiarkan saudaranya menderita karena manahan lapar.

Sobat, Allah menciptakan kita dengan takaran rezeki yang berbeda. Di luar sana, banyak orang yang kurang beruntung. Sementara, Allah melebihkan rezeki kepada kita agar bisa berbagi. Sayangnya, meski sudah berkecukupan,  sebagian dari kita masih ada yang merasa takut  berbagi karena khawatir tidak mencukupi bagi diri dan keluarga. Takut harta berkurang.

Percayalah Sobat, berbagi tidak pernah membuat kita kekurangan. Tidak  perlu takut, karena Allah tahu hambaNya yang berniat baik. Masih ingat dengan kisah Rasulullah yang berbagi sebutir apel untuk seorang yang ditemuinya di jalan. Padahal Beliau hanya punya sebutir apel tersebut untuk dimakan bersama istri beliau Aisyah, RA. Allah akan mengganti dari setiap apa yang kita berikan secara ikhlas. Teruslah berbuat baik. Semakin engkau berbuat baik, semakin surga merindukanmu.

Siapa saja orang mukmin yang mau memberi makan saudaranya sesama mukmin yang lapar, niscaya Allah akan memberinya buah-buahan Surga. Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi minum saudaranya sesama mukmin yang sedang dahaga, niscaya Allah akan memberinya minuman Rahiqul Makhtum.” (HR. At-Tirmidzi dengan sanad hasan)

Sudah berapa orang yang kita lepaskan raga lapar dan dahaganya Sobat? Semoga kita selalu menjadi seseorang yang peka dan ikhlas untuk berbagi ya Sob.

Keempat, Orang Yang Ikhlas Berpuasa Di Bulan Ramadhan
Ramadhan merupakan suatu bulan istimewa dimana pada saat itu Allah membuka pintu pahala sebesar-besarnya buat hambaNya.

Sebagaimana dalam hadis dalam kitab Sahih Bukhari:
"Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, karena iman dan ikhlas, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari Muslim)

Sebagaimana yang diketahui, puasa adalah amalan wajib yang harus dilakukan sewaktu bulan Ramadhan. Mari mengingat kembali, apakah niat puasa kita sewaktu Ramadhan kemaren sudah benar? Niat karena Allah atau tuntutan  bulan Ramadhan saja  atau karena tuntutan sosial?

Tanda niat yang lurus yaitu seseorang akan berusaha meninggalkan hal-hal yang merusak puasa seperti membicarakan orang lain, berburuk sangka, mengeluh dan lainnya. Jika hal ini belum kita miliki, mudah-mudahan Ramadhan yang akan datang bisa berbenah diri jika masih diberi usia oleh Allah.

Merindukan itu menyenangkan, tapi dirindukan adalah sebuah penghormatan. Hanya saja, pantaskah kita menjadi sosok yang dirindukan surga? Surga memang tempat terindah, sudah pantaskah kita memasukinya? Semoga kita senantiasa memantaskan diri menjadi orang-orang yang dirindukan surga ya Sob.[]

Penulis : Yefra Desfita Ningsih

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Subhanallah, Ternyata 4 Orang Ini Yang Dirindukan Oleh Surga"

Post a Comment