Place Your Ad Here

Dimusuhi Teman Sekantor? 6 Tips Ini Akan Membantu Kamu Mengatasinya

HIJABERSWORLD.COM---Salah seorang sahabat pembaca bercerita bahwa dia menjadi tidak betah bekerja di kantor setelah dirinya mendapatkan promosi.  Sebagai seorang pendatang baru di perusahaan tersebut, dia kemudian berhasil meningkatkan penjualan dengan kerja keras. Atas prestasi yang diperoleh, gaji dan posisinya menjadi naik.

Namun, kabar gembira tersebut menimbulkan sedikit konflik batin. Dia kemudian merasa terganggu karena salah seorang sahabat yang sebelumnya sangat akrab tiba-tiba berubah semenjak hari itu. Dia sudah berusaha menegur, senyum dan mengajak ketemuan dengan harapan bisa bicara dari hati ke hati tapi semua itu tidak membuahkan hasil. Dia merasa bersalah dan meminta maaf tapi juga tidak dipedulikan. Dia jadi ragu apakah harus keluar dan mencari pekerjaan yang baru? Sementara keuangan keluarganya bergantung pada hasil pekerjaan tersebut.



Mungkin tidak sedikit orang yang mengalami dilema seperti ini di tempat kerja. Apakah Sobat juga sedang mengalami keadaan seperti itu? Sobat tidak bisa mengambil sebuah keputusan begitu saja tanpa memikirkan lebih jauh tentang akibat yang akan muncul dengan keputusan Sobat. Dalam menghadapi hal yang seperti ini maka ada beberapa hal yang bisa lakukan yaitu :

Pertama, mencari tahu mengapa dia berubah

Apakah memang ada sikap kita yang kurang tepat hingga dia terluka? Mungkin kita terkesan sombong atau angkuh berprestasi atau mungkin karena dia yang tidak suka dengan prestasi yang dicapai atau karena ada alasan lain. Apapun yang dilakukan oleh seseorang semuanya didasari oleh suatu dorongan atau motivasi. Namun, apa yang menjadi dorongan ini hanya orang tersebut yang paling mengetahui.

Dalam kasus ini, Sobat sudah berusaha maksimal tapi tetap tidak diketahui penyebabnya. Kemungkinan ini adalah persoalan pribadi. Kemungkinan besar karena berhubungan dengan prestasi yang didapatkan. Saat Sobat tidak melakukan kesalahan apa-apa, bisa jadi dia kurang bahagia melihat pencapaian Sobat. Berarti ini masalah dengan kepribadian dirinya sendiri.

Kedua, kelompokkan mana yang penting dan yang lebih penting

Sobat juga harus bertanya kepada diri Sobat mana yang lebih penting sahabat yang tidak peduli dengan Sobat atau keluarga sendiri?Apakah perlu mengorbankan keluarga untuk seseorang yang tidak memiliki niat yang baik memperbaiki silaturahmi? Kalau dia memang orang yang baik hati dia pasti akan memberikan penjelasan. Dia tidak akan pergi dan berubah begitu saja.

Sahabat yang baik adalah sahabat yang bahagia ketika sahabatnya bahagia dan tetap ada meksipun sahabatnya gagal. Apakah selama ini sahabat Sobat tersebut sudah memenuhi kriteria seperti itu? Sobat sudah berusaha menjaga hubungan baik tapi dia tidak peduli, Sobat tidak bisa memaksanya untuk kembali seperti dulu. Biarlah itu menjadi urusan dan pertanggungjawaban dia. Tapi Sobat jangan lupa berdoa semoga suatu saat dia berubah.

Ketiga, pelajari segala kemungkinan 

Ketika menghadapi masalah ini, Sobat bingung apakah akan berhenti bekerja, mencari pekerjaan baru atau tetap mempertahankan pekerjaan tersebut. Jika Sobat tidak melakukan kesalahan apa-apa mengapa harus keluar? Mencari kerja itu tidak mudah dan jika Sobat keluar belum tentu akan menemukan pekerjaan baru dalam waktu yang singkat.

Bagaimana kalau ternyata kemudian keluarga Sobat menderita karena keputusan ini? Jangan terlalu terbawa rasa bersalah karena juga belum tentu salah Sobat. Jangan sampai malah "membunuh diri dan keluarga sendiri" demi menyenangkan atau menghindari orang lain.

Keempat, buka pikiran

Sobat harus ingat bahwa masalah ini umum terjadi. Tidak peduli di perusahaan tempat bekerja hari ini atau esok, masalah ini bisa saja terjadi. Jika Sobat berhenti bekerja karena masalah ini bukankah ini pertanda pikiran yang terlalu sempit? Pastinya dia bukan satu-satunya sahabat Sobat. Bukankah masih banyak karyawan lain yang bisa dijadikan sahabat? Selama Sobat bersikap baik maka Sobat akan memiliki banyak sahabat.

Kelima, instrospeksi diri 

Meskipun Sobat yakin perubahannya bukan karena kesalahan Sobat, maka tidak ada salahnya Sobat memperbaiki diri agar bisa meminimalisir terjadinya hal serupa di masa mendatang. Pertahankan  keterampilan Sobat dalam berkomunikasi dengan rekan kerja agar hubungan Sobat harmonis dengan orang lain. Bila banyak orang yang tidak bertegur sapa dengan Sobat di tempat kerja maka itu akan sangat tidak menyenangkan.

Keenam, tetap profesional

Meskipun Sobat mengalami masalah seperti itu, maka Sobat harus proefsional dalam bekerja. Pertahankan prestasi yang telah diraih dan kalau bisa ditingkatkan lagi. Bagaimana pun masalah dengan sahabat tersebut adalah urusan pribadi. Jadi, Sobat harus bisa membedakan antara urusan pekerjaan dengan urusan pribadi. Walaupun Sobat digabungkan dalam sebuah tim dengan orang tersebut, maka bersikapkah seperti biasa.

Di tempat kerja terdapat berbagai karakter manusia. Saat menjalin kerjasama dalam sebuah tim atau bekerja dengan banyak orang, konflik merupakan hal yang pasti terjadi. Dimanapun bekerja pasti ada masalah yang akan dihadapi. Ketidaksesuaian dan komunikasi yang tidak menyenangkan dengan satu atau beberapa rekan kerja merupakan hal biasa yang wajar terjadi.

Saat menghadapi masalah dengan teman sekantor, hadapi masalah tersebut dan tidak lari dari masalah. Jika kita tidak ada salah apa-apa, bersikaplah sebagaimana mestinya. Meskipun melakukan banyak kebaikan, akan tetap ada orang yang tidak senang dengan kita. Selama kita tidak melanggar hak orang lain, berusaha memperbaiki hubungan baik dan tidak mendapatkan tindak kekerasan secara fisik, tetaplah berprestasi.[ HW/Elshabrina]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dimusuhi Teman Sekantor? 6 Tips Ini Akan Membantu Kamu Mengatasinya"

Post a Comment