Place Your Ad Here

Sudah Curhat Tapi Masih Belum Dapat Solusi? Apa yang Salah?

HIJABERSWORLD.COM---Cara menghadapi masalah baik dengan teman, pacar, keluarga, rumahtangga, pribadi, dan masalah hidup lainnya beragam tergantung setiap orang. Namun, secara umum, jalan pertama yang ditempuh adalah dengan curhat. Saat merasa kecewa atau sedih yang muncul di benak kita adalah “kepada siapa sebaiknya mengatakan apa yang terasa?”, “siapa yang bersedia mendengarkan masalahku?



Manfaat curhat untuk kesehatan fisik dan psikis

Curhat adalah salah satu bagian dari komunikasi dalam interaksi sosial. Dengan curhat, kita kadang menganggap masalah akan selesai atau minimal akan berkurang. Oleh karena itu, wajar sekali dan sangat manusiawi dalam keadaan terpuruk atau tidak menyenangkan seseorang mencari-cari teman curhat apakah itu mengikuti curhat online, curhat dengan psikolog, curhat dengan ustad, dengan ustadzah seperti Mamah Dedeh dan masih banyak lagi.

Kenapa secara alami kita membutuhkan teman curhat adalah secara tidak langsung sebagai tuntutan dari fisik dan psikis. Saat menemukan teman curhat rasanya memiliki sahabat yang masih peduli. Dalam berbagai penelitian, memang pemerhati sosial dan psikologi meyakini adanya keterkaitan antara curhat dengan menurunnya beban pikiran dan perasaan.

Mereka yang bercerita mungkin perasaannya sedikit lebih nyaman, kegundahan sedikit berkurang dibanding mereka yang tertutup atau memendam kegelisahan. Saat pikiran berat dan tidak berbagi serta tidak mencari jalan lain untuk melepaskannya seseorang cenderung akan berpikir hidup ini semakin berat, masalah terasa berat sekali dan runyam. Bermain dan berputar dengan akal pikiran terkadang membuat lebih njelimet karena kemunculan pikiran ini dan itu yang malah menambah masalah.

Sah-sah saja curhat karena dengan curhat dapat mengurangi rasa stress, meringankan sakit kepala. Manfaat curhat lainnya yang tidak kalah penting yaitu perasaan adanya dukungan dari seseorang yang membuat lebih semangat. Curhat dan berdiskusi menyampaikan yang terasa akan membuka hati dan pikiran sehingga terasa lapang.

Kenapa solusi masalah tidak kunjung didapat meski sudah berbagi dengan banyak orang?

Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, manfaat curhat bagi kesehatan fisik dan mental lumayan membantu dalam mengatasi masalah. Namun, harus diingat bahwa curhat tidak menyembuhkan atau menyelesaikan masalah kecuali disertai solusi dan langkah nyata dari teman curhat. Persoalannya, teman curhat seringkali kapasitasnya hanya sebatas mendengarkan serta tidak berani secara bebas menyampaikan pendapat mereka. Mungkin juga takut mencampuri urusan pribadi apalagi curhat rumahtangga.

Hal yang umum terjadi juga adalah nasehat atau saran dari teman curhat seringkali tidak cukup membantu. Malah bahkan ada yang menambah rasa tidak nyaman di hati misalnya mereka menyalahkan atau malah menghakimi. Niat hati untuk mendapatkan teman berbagi, ternyata tambah makan hati. Jangankan mendapatkan kata-kata yang adem di jiwa, kadang malah diprovokasi. Kalau keadaannya sudah begitu, sebaiknya coba koreksi hal di bawah ini :

Pertama, terlalu berharap dengan orang lain

Terkadang kita sengaja curhat dengan niat agar masalah kita diselesaikan oleh yang bersangkutan atau setidaknya dia membantu. Tentu saja niat ini salah dan tidak tepat. Bagaimanapun kita tidak pernah tahu isi hati manusia, susah ditebak. Saat berpikir dia akan membantu mungkin saja malah sebaliknya mengabaikan. Masalah menjadi tidak kelar kalau masih saja mengharapkan orang lain datang untuk menyelesaikan.

Kedua, menjadikan diri seolah orang paling malang 

Coba ingat kembali, saat ada teman yang curhat cinta dengan kamu kadang mereka seolah-olah merasa paling sengsara. Tak jarang berkata sambil menangis tersedu “apa salah saya sehingga begini?, kenapa hidup saya selalu susah, Tuhan rasanya tidak adil, mengapa ini terjadi, habislah saya, saya sudah tidak bisa apa-apa lagi, hidup saya hancur” dan kalimat senada lainnya.

Bagaimana orang yang “meremehkan diri” dan “tidak bersyukur” seperti itu akan bisa menyelesaikan masalah karena dia sendiri merasa begitu tidak berdaya. Melihat diri hanya sebagai korban ketidakadilan yang terjadi hanyalah keterpurukan. Jika bersikap seperti ini terus menerus dalam menghadapi masalah, tidak akan pernah bangkit.

Ketiga, menghabiskan banyak waktu untuk menyebut dan menceritakan masalah

Cara terbaik untuk menaklukkan masalah hidup berat sekalipun adalah dengan berhenti memperpanjang cerita masalah tersebut. Tidak lagi mengungkit-ungkit atau membuat drama tentang persoalan tersebut. Seharusnya, waktu lebih baik langsung digunakan untuk mengenali akar masalah kemudian fokus mencari solusi. Bukan terus menerus “mengobral” cerita kepada siapa saja.

Selama masih saja bercerita kesana kemari, masalah itu tidak akan berhenti. Setiap problem baik itu keuangan karena gagal usaha, perceraian, putus sekolah dan lainnya sebenarnya menunggu aksi untuk diselesaikan. Kalau butuh curhat, cukuplah dengan satu atau dua orang saja untuk dimintai pandangan. Jangan sampai menceritakan aib pribadi kepada banyak orang dan selalu mengiba dihadapan orang-orang.

Keempat, belum siap menerima kemungkinan terburuk

Sebuah problem menjadi berlarut-larut serta tidak kunjung selesai biasanya karena pribadi itu sendiri terkesan belum siap menerima persoalan yang ada. Mungkin masih syok, trauma dan kaget sehingga lebih suka menyendiri. Kalau ingin masalah segera pergi, cobalah mulai menata hati. Intinya yaitu belajar menerima dan mengikhlaskan apa yang terjadi. Pahit hadapi, nanti pelan tapi pasti akan selesai dan berganti dengan hari baru yang lebih berseri.

Kelima, kurang percaya diri menghadapi
Meskipun belum cukup makan asam garam, tidak perlu merasa miskin pengalaman dan potensi untuk keluar dari persoalan. Tidak ada yang perlu ditunggu, menunggu hanya akan memperlambat rasa ketidaknyamanan dalam masalah. Tidur yang mungkin tidak lelap, makanan yang terasa kurang enak, malas beraktifitas dan sebagainya. Tidak mungkin keadaan tersebut dibiarkan terus menerus, mantapkan langkah dan yakinkan diri untuk menghadapi.

Cara menghadapi masalah, apapun masalahnya

Kapan dan dimanapun kalau seandainya hidup terasa sempit karena terhimpit berbagai persoalan, cobalah untuk mengingat dua hal berikut ini. Jika dua hal ini saja sudah dipegang, seseorang bahkan mungkin tidak membutuhkan curhat.

1. Sadarlah bahwa diri lebih besar dari masalah

Sebagian besar orang lebih suka mendengarkan saja atau memberi nasehat. Jarang mereka akan membenamkan diri menemani sampai masalah benar-benar hilang dan pulih seperti sebelumnya. Saat diberi nasehatpun terkadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Jika masalah itu berasal dari kita, maka kita pula yang mampu menyelesaikannya. Masalah kita adalah tanggung jawab kita.

Curhat dengan orang lain hanyalah sekedar untuk mengurangi unek-unek atau mendapatkan inspirasi dalam memecahkan persoalan. Tidak ada jaminan teman, sahabat, orang tua, anak, pasangan maupun pimpinan kerja akan menyelesaikan persoalan kita. Masing-masing orang pasti memiliki masalah, tak sadarkah kita bahwa masalah mereka mungkin jauh lebih berat.

Masalah yang berat kadang disebabkan oleh cara pandang sendiri yang menganggap masalah itu sangat berat. Ada satu hal rumus yang harus dipegang yaitu diri kita jauh lebih besar dari masalah. Besar berkali-kali lipat dan sebagai khalifah di bumi kitalah pengendali dari masalah. Masalah besar akan terlihat besar jika dianggap besar atau dibesar-besarkan. Masalah kecil akan terlihat ringan bahkan tidak berarti kalau dilihat dengan pikiran dan jiwa yang luas.

2. Setiap penyakit ada obatnya, setiap masalah ada jalan keluarnya

Menurut Islam, setiap penyakit turun melainkan juga bersama dengan penyembuhannya kecuali kematian. Berdasarkan hal ini, percayalah bahwa setiap masalah juga ada penyelesaiannya. Tidak ada masalah yang tidak selesai. Bukankah Allah dalam firmanNya sudah menjelaskan bahwa di setiap kesulitan pasti ada kemudahan.

Tidak perlu menghukum diri sendiri dalam menghadapi masalah dengan teman, pasangan, keluarga dan masalah lainnya. Cara menyelesaikan masalah rumahtangga dimulai dengan komunikasi dari hati ke hati dengan pihak terlibat. Begitu juga cara menghadapi masalah dengan teman. Tidak ada masalah hidup yang benar-benar berat kecuali kita lupa dengan Dia yang menciptakan kita, lupa dengan hakikat tujuan hidup di dunia bahwa dunia adalah tempat senda gurau, permainan yang menjadi ujian menuju tempat yang kekal abadi. [HW/Elshabrina]



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sudah Curhat Tapi Masih Belum Dapat Solusi? Apa yang Salah?"

Post a Comment